- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Luhut Respons Penolakan Tunda Pemilu: Kata Gus Dur, Gitu Aja Kok Repot

Merespons penolakan terhadap wacana penundaan pemilu, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mencibirnya dengan menggunakan kalimat Gus Dur: Gitu Aja Kok Repot.
Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, membawa-bawa Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam persoalan penundaan pemilu 2024.
Luhut mengutip ucapan Gus Dur saat menanggapi pihak-pihak yang mengkritik wacana itu. Dia menegaskan wacana itu bergulir di masyarakat, bukan gagasan Presiden Joko Widodo.
"Pak Jokowi dibilang enggak konstitusional. Apanya? Bukan beliau yang ngomong. Itu suara di bawah kan?" kata Luhut dalam siniar di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Jumat (11/3).
"Kenapa mesti repot? Kata Gus Dur, almarhum, 'Gitu aja kok repot'," imbuhnya.
Sebagai informasi, kalimat 'Gitu aja kok repot' lekat dengan pribadi Gus Dur. Pernyataan itu merupakan sindiran dia terhadap mental birokratis yang memperumit persoalan masyarakat di Indonesia era Orde Baru yang dirasa masih ada di era reformasi.
Luhut juga mencibir pihak-pihak yang mengkritik wacana itu. Dia menyebut orang-orang yang menolak penundaan pemilu khawatir tak bisa mencalonkan diri pada 2024. Dia berpendapat wacana penundaan pemilu sah-sah saja diperbincangkan. Menurutnya, hal itu adalah bagian dari demokrasi.
"Nah, itu yang rakyat ngomong. Nah, ini kan ceruk ini atau orang-orang ini ada di Partai Demokrat, ada di Partai Gerindra, ada yang di PDIP, ada yang di PKB, ada yang di Golkar, di mana-mana kan ceruk ini," tuturnya.
Luhut berpendapat keputusan penundaan pemilu akan ditentukan oleh MPR. Menurut Luhut, presiden hanya menjadi orang yang menjalankan konstitusi.
"Konstitusi yang dibikin itu yang harus ditaati presiden. Konstitusi yang memerintahkan presiden, siapa pun presidennya," ujarnya. Sumber CNNIndonesia.com membeberkan bahwa Luhut merupakan tokoh di balik desain wacana penundaan Pemilu 2024. Sumber itu menyebut Luhut meminta sejumlah ketua umum partai politik untuk bicara di hadapan publik tentang dukungannya menunda pemilu.
Juru Bicara Luhut Binsar Pandjaitan, yakni Jodi Mahardi lantas angkat suara. Dia mengakui bahwa Luhut memang sering bertemu dengan tokoh politik. Namun, ia menampik usulan penundaan Pemilu 2024 didesain oleh Luhut.
"Pak Luhut kan sering bertemu dengan berbagai tokoh politik. Itu mungkin dilakukan Pak Luhut untuk mem-brief perkembangan terkini. Tapi setahu saya tidak ada pembahasan atau perpanjangan itu dari ide Pak Luhut itu enggak ada," kata dia kepada CNNIndonesia.com.**vol/jn
Berita Terkait :
- Partai Buruh Serukan People Power jika Jabatan Presiden Diperpanjang0
- Rehabilitasi Lahan Kritis Dimulai dari Pembangunan Persemaian0
- Presiden Jokowi Lantik Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN0
- Presiden Lantik Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubenur Sulawesi Selatan0
- Sekretariat DPRD Bengkalis Mendapat Penghargaan dari Kanwil DJP Riau0
_Black11.png)









