- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Maju Mundur Iran Bubarkan Polisi Moral yang Picu Demo Besar-besaran

Kejaksaan Agung Iran membubarkan unit polisi moral setelah dua bulan lebih diprotes imbas kematian Mahsa Amini.
Jakarta, VokalOnline.Com -- Kejaksaan Agung Iran membubarkan unit polisi moral setelah dua bulan lebih diprotes imbas kematian Mahsa Amini.
Amini merupakan perempuan 22 tahun yang meninggal dunia saat dalam penahanan polisi moral pada September lalu. Ia diduga disiksa saat dalam penahanan karena tak mengenakan hijab sesuai aturan.Ancaman Tsunami Jepang Imbas Semeru sampai Iran Bubarkan Polisi MoralJaksa Agung Mohammad Jafar Montazeri mengatakan polisi moral dibubarkan karena tidak berhubungan dengan peradilan."Polisi moralitas tidak ada hubungannya dengan peradilan dan telah dihapuskan," ungkapnya seperti dikutip dari AFP, Minggu (4/12).Montazeri bahkan menuturkan parlemen dan kehakiman tengah mengkaji ulang aturan wajib hijab bagi perempuan di Iran yang telah memicu demo besar-besaran."Parlemen dan kehakiman sedang mengkaji [aturan itu]," katanya.Montazeri tak menjabarkan lebih lanjut bagian mana dari hukum itu yang kemungkinan dapat diubah.Berita itu ditanggapi dengan skeptis oleh sebagian warga Iran di media sosial. Beberapa warga Iran bahkan khawatir pembubaran polisi moral hanya akan digantikan oleh unit lain yang lebih kuat.Sejumlah warga bahkan menilai meski polisi moral dibubarkan, tindakan keras aparat terhadap masyarakat terkait masalah sosial dan moral akan tetap ada.Media pemerintah juga berkata lain. ISNA membantah pemerintah Iran telah membubarkan polisi moral.ISNA menegaskan kepolisian moral berada di bawah kewenangan Kementerian Dalam Negeri Iran, bukan Jaksa Agung.Polisi moralitas adalah komponen dari Pasukan Penegakan Hukum Iran (LEF) yang menegakkan aturan soal ketidaksopanan dan kejahatan sosial. Mereka memiliki akses ke kekuasaan, senjata, dan pusat penahanan.Tugas mereka untuk memastikan bahwa aturan dipatuhi. Polisi moral ini juga memiliki kendali atas "pusat pendidikan ulang" yang baru-baru ini diperkenalkan.Pusat pendidikan itu bertindak seperti fasilitas penahanan. Warga bisa saja ditahan karena gagal mematuhi aturan soal kesopanan.Di dalam fasilitas penahanan, para tahanan diberikan kelas tentang Islam dan pentingnya jilbab. Pihak berwenang kemudian akan memaksa mereka menandatangani janji untuk mematuhi peraturan pakaian sebelum bebas.Direktur eksekutif Pusat Hak Asasi Manusia di Iran, Hadi Ghaemi, mengatakan pusat pendidikan ulang itu didirikan pada 2019. Namun, pendirian ini dianggap tak punya dasar hukum apa pun.Polisi Moralitas Iran di bawah komando Mohammad Rostami Chemtech Gachi semakin menunjukkan kekerasan dan kekuatan berlebihan.Pada awal 2022, Rostami menyatakan pihaknya akan menghukum perempuan Iran yang menolak mengenakan jilbab, demikian dikutip Home Treasury.Polisi moral berpatroli di jalan-jalan dengan mandat memasuki area publik untuk memeriksa penerapan hukum jilbab dan persyaratan Islam lain. **Syafira
Berita Terkait :
- Netanyahu Jadi PM Israel Lagi, AS Blak-blakan Dukung Negara Palestina 0
- 2.500 Anjing Laut Terancam Punah Mati Misterius di Pantai Rusia0
- Alasan Iran Kaji Ulang Aturan Wajib Hijab yang Picu Demo Besar 0
- Kenapa PM Anwar Ibrahim Sulit Bentuk Kabinet Pemerintahan Malaysia?0
- MbS Disebut Ancam Perkosa Keluarga Eks Putra Mahkota Saudi0
_Black11.png)









