- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Moeldoko: Wanita Hendak Terobos Istana Pakai Pistol Rakitan
.jpg)
Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan perempuan yang berusaha menerobos penjagaan Istana Kepresidenan Jakarta membawa senjata rakitan.
Jakarta, VokalOnlineCom - Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan perempuan yang berusaha menerobos penjagaan Istana Kepresidenan Jakarta membawa senjata rakitan.
Moeldoko menyebut aparat keamanan sudah mengecek senjata api yang dibawa perempuan itu.
"Sementara ini individu, tetapi senjatanya memang senjata rakitan ya. Itu ada selongsongnya, tetapi proyektilnya tidak ada. Itu lagi didalami semua," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/10).
Moeldoko mengatakan kepolisian juga sedang mengecek identitas perempuan tersebut. Ia menyebut ada perbedaan antara identitas yang disebutkan perempuan itu dengan kartu identitas yang ada.
Mantan Panglima TNI itu berkata kepolisian juga akan mendalami motif perempuan tersebut lewat pemeriksaan psikologi.
"Memang akan dicek lagi oleh psikologi nanti seperti apa ya," ujarnya.
Moeldoko membantah kejadian ini merupakan kebobolan pihak keamanan. Menurutnya, hal ini justru menunjukkan aparat sigap dalam melakukan pengamanan di ring satu.
Sebelumnya, seorang perempuan membawa senjata api dan berusaha menerobos pengamanan istana. Hal itu diketahui dari foto dan video yang beredar di media sosial.
Polda Metro Jaya dan Paspampres mengonfirmasi kejadian tersebut. Perempuan tersebut telah diamankan dan dilakukan pemeriksaan secara intensif.
Paspampres menyatakan bahwa perempuan yang membawa pistol tidak sampai memasuki Istana Kepresidenan di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Komandan Paspampres Marsda Wahyu Hidayat mengatakan anggotanya sigap mengamankan perempuan tersebut ketika gerak-geriknya sudah mencurigakan.
"Perempuan tersebut tidak menerobos istana, tetapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres)," kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Selasa (25/10).**vol/jn
Berita Terkait :
- Gubri Melihat Langsung Kawasan Industri Halal Sidoarjo0
- Radio Swara Kampar Raih Penghargaan Terbaik III Nasional0
- Lepaskan Presidium FPII0
- Asrafaber: Penolakan Bank Syariah Karena Alasan Politis0
- Tolak Kunjungan Gubri, Azharisman Rozie: Bupati HM Adil Perlu Diberikan Pelajaran Pemerintahan 0
_Black11.png)









