- Pastikan Situasi Aman Kondusif, Lapas Tembilahan Laksanakan Razia Insidentil Blok Hunian
- Hendry Munief dan Kemenpar Gelar Bimtek Promosi Wisata di Rohil: Latih Gen Z Manfaatkan Media Sosial
- Pemilik Akun Sasa Rasa Mak Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kepulauan Meranti
- FORKI Riau Lepas 11 Karateka ke Kejurnas Bandung, Targetkan Medali dari 11 Kelas
- Wako Dumai Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pentingnya Generasi Unggul
- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
Pemprov Riau Masuk Level Kemandirian Fiskal

Pekanbaru, VokalOnlune.Com - Kabar baik kembali diukir Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Melalui berbagai upaya, kini kondisi keuangan Pemprov Riau sudah masuk level kemandirian fiskal.
"Alhamdulillah, berdasarkan data struktur APBD Provinsi Riau dari 2019 s/d 2023, dapat dikatakan bahwa Pemprov Riau akan meningkatkan peningkatan PAD dan mengurangi penggunaan dana pada Dana Transfer Pusat," ucap Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar di Pekanbaru, Rabu (09 /11/2022).
Sekedar info, kemandirian fiskal merupakan perbandingan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Dana Transfer dari Pemerintah Pusat.
Pada Tahun Anggaran 2019, APBD Provinsi Riau sebesar Rp9.421 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp5.813 T dan PAD sebesar Rp3.064 T.
Tahun Anggaran 2020, APBD Provinsi Riau sebesar Rp8,736 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp5.417 T dan PAD sebesar Rp3.316 T.
Tahun Anggaran 2021, APBD Provinsi Riau sebesar Rp9,183 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp5,116 T dan PAD sebesar Rp4,014 T.
Tahun Anggaran 2022, APBD Provinsi Riau sebesar Rp8.932 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp4.084 T dan PAD sebesar Rp4.839 T.
Pada Tahun Anggaran 2023, target APBD sebesar Rp9.178 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp3.764 T dan PAD sebesar Rp5.410 T.
Pada APBD TA 2022 dan target APBD TA 2023, tercatat PAD sudah lebih besar dari Dana Transfer. betapa indahnya Riau sudah masuk level kemandirian fiskal.
"Tahun 2022 telah membuktikan bahwa postur APBD telah dirancang kemandirian fiskal, dimana komposisi angka PAD lebih besar dibandingkan Dana Transfer Pusat, meskipun Riau sebagai daerah penghasil," ulas Gubri lagi.
Dengan demikian, Pemprov Riau secara pasti menuju derajat desentralisasi lebih baik sebagai bukti jajaran Pemprov Riau mampu melakukan tatakelola pemerintahan yang lebih baik (good governance).
"Salah satu tujuan otonomi daerah ya kemandirian fiskal. Daerah jangan tergantung terus dengan dana transfer dari pusat. Daerah harus mampu menggali dan meningkatkan PAD-nya sendiri," pungkas Gubri Syamsuar.
Berita Terkait :
- Keren! Produk UMKM Riau Unjuk Gigi di Negeri Paman Sam0
- Polres Pelalawan Ungkap Penemuan Mayat dan Pelaku Pembunuhan0
- Nur Amlis Oknum Konsultan Mintai Duit Jasa ke Kontraktor, Tahan Progres Sampai 3 Minggu Setelah PHO0
- Mendagri Apresiasi Kepemimpinan Gubri0
- Rahul Lantik DPC, PAC dan Ranting Gerindra Siak0
_Black11.png)









