- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Penampilan Teater Selembayung di Paripurna DPRD di HUT ke-66 Provinsi Riau, Hanya Miskomunikasi
Pemprov Riau: Tidak Ada Insiden Pengusiran

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, turut menyayangkan kejadian yang dinarasikan sebagian pihak sebagai "Pengusiran" terhadap para pemain Teater Selembayung yang sedang performance.
"Kami meyakini hal ini terjadi kemungkinan besar karena miskomunikasi di lapangan atau tempat acara. Atas ketidaknyamanan tersebut, kami atas nama Pemrov Riau menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya," kata Kadiskominfotik Pemprov Riau Erisman Yahya, MH kepada wartawan Kamis (10/8/2023) di Pekanbaru.
Juru bicara Pemrov Riau itu menegaskan, bahwa kejadian dalam sidang paripurna HUT Riau ke 66 tersebut, sama sekali tidak ada hubungan dengan Bapak Gubernur Riau Syamsuar. "Pak Gubri sama sekali tidak mengetahui insiden tersebut. Bahkan beliau baru tahu insiden tersebut melalui pemberitaan di Media," ujar Erisman.
Oleh karena itu, semua pihak dimohonkan tidak mengait-ngaitkan kejadian tersebut dengan Bapak Gubernur Riau. Apalagi menuding Bapak Gubernur Riau tidak komit dengan budaya melayu. Jelas-jelas hal itu sangat mengada-ada dan sangat tidak berdasar.
"Kami berharap insiden tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik. Bisa juga dimintakan langsung konfirmasi yang lebih benar dan jelas dari pihak DPRD Riau, tempat paripurna digelar. Tanpa harus diasumsikan kemana² dan menjadi isu liar yang tidak bermanfaat bagi masyarakat banyak," ucapnya.
Berbagai peristiwa yang tidak ada kaitannya dengan bapak Gubernur, apalagi ditahun politik akan dikaitkan dengan bapak Gubernur meski tidak berdasar tuduhan tuduhan tersebut.
"Karena kita sudah mulai memasuki tahun-tahun politik, maka sebaiknya mari sama-sama kita jaga kondusifitas di negeri melayu Provinsi Riau. Agar provinsi Riau tetap aman dan nyaman bagi semua pihak," harapnya. **fit
Berita Terkait :
- Satu-satunya di Riau, Kabupaten Inhu Raih BKN Award tahun 20230
- Bupati Rezita Terima Dua Penghargaan Dihari Jadi Provinsi Riau0
- HUT Provinsi Riau ke-66, Bupati Rohil Bacakan Teks Pidato Gubri0
- Congkel Pintu Ruko, Curi Honda, Voucher Ponsel Dan Uang, Akhirnya Diciduk Polsek Kubu 0
- Kegiatan Kopi Peduli Sopir Satlantas Polres Inhu Dapat Respon Positif0
_Black11.png)









