- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
Pengacara Brigadir J: Sosok Wanita Menangis Terkait Motif Penembakan

Terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo memeluk istrinya, Putri Candrawathi di PN Jakarta Selatan
Jakarta, VokalOnline.Com - Sosok perempuan misterius yang menangis saat keluar dari rumah milik eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo di wilayah Bangka, Jakarta Selatan, diduga berkaitan dengan motif penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Dugaan tersebut disampaikan pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak merespons kesaksian terdakwa pembunuhan berencana Yosua, Bharada Richard Eliezer (E), dalam persidangan di PN Jaksel, Rabu (30/11).
Martin mengklaim momentum amarah istri Sambo, Putri Candrawathi, yang diungkap Bharada E dalam sidang itu juga sempat diceritakan Brigadir J. Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak mengetahui persis siapa sosok perempuan misterius tersebut.
Hanya saja, ia menilai rangkaian peristiwa itu menjadi bukti bahwa hubungan antara Sambo dan Putri memang tidak harmonis.
"Kami tahu peristiwa itu, tapi kami enggak tahu itu siapa. Sudah kami sampaikan dari dulu bahwa hubungan Ferdy Sambo dengan istrinya ini tidak harmonis," jelasnya kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (1/12).
"Kalau tidak fakta berarti diduga itu perempuan ada hubungannya dengan motif," jelasnya.
"Siapa perempuan itu, gosipnya ada si cantik yang berseragam coklat, apakah dia, Eliezer tidak tahu, bisa saja dia kan," sambungnya.
Sebelumnya Bharada E menceritakan momen ketika Putri terlihat marah. Sebelum itu, Putri sempat mengajak tiga ajudannya menyusuri daerah Kemang, Jakarta Selatan
"Ada kejadian tiba-tiba Ibu [PC] turun [dari lantai rumah di Jalan Saguling]. Almarhum [Yosua] juga turun bawa senjata langsung ditaruh di mobil. Ibu PC panggil kita bertiga; saya, Yosua, dan Matheus," tutur Richard.
Selanjutnya mereka dalam satu mobil bergegas menyusuri daerah Kemang, Jakarta Selatan. Richard mengaku sempat bertanya-tanya tujuan dari perjalanan tersebut.
"Begitu di Bangka, Ibu turun, saya lihat kondisi ibu lagi marah, saya enggak berani menanyakan. Masuk semua, turun. Bang Yos bilang 'Chad, parkir mobil ke belakang.' Saya parkir mobil ke belakang," sambungnya.
Selang setengah jam, Bharada E mengatakan Sambo kemudian tiba di rumah Bangka bersama sopirnya yang bernama Saddam.
Ia mengaku tidak mengetahui peristiwa yang terjadi di dalam rumah. Namun Bharada E mengaku ingat ada seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya keluar rumah sambil menangis.
Meski begitu, ia tidak mengetahui secara pasti apakah perempuan tersebut datang bersama rekan Sambo yang bernama Eben atau tidak. **Syafira
Berita Terkait :
- Tatang Si Bangor Murka Sebar Amplop ke Tiap RW Tapi Gagal Pimpin LPM0
- Pemprov Aceh Bantah Cabut Izin Acara Anies karena Politik0
- Jokowi Akan Serahkan Bantuan Rumah Korban Cianjur Pekan Depan0
- Jelang Pernikahan Kaesang, 13 CCTV Dipasang Dekat Rumah Erina0
- Pesawat Tempur China-Rusia Masuk Zona Pertahanan, Korsel Kerahkan Jet0
_Black11.png)









