- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Pengalihan Lalu Lintas Situasional Saat Aksi 2502 di Kedubes India
.jpg)
Ilustrasi.
Jakarta, VokalOnline.Com - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pengalihan arus lalu lintas di depan Kedutaan Besar India terkait aksi 2502 masih bersifat situasional.Aksi 2502 itu digelar oleh PA 212 pada Jumat (25/2) hari ini sebagai bentuk solidaritas untuk umat Muslim India.
"Pengalihan arus situasional melihat perkembangan jumlah massa dan situasi," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Jumat (25/2). Sambodo belum menjelaskan lebih lanjut soal rekayasa arus lalu lintas jika mesti dilakukan penutupan jalan. Ia hanya menyampaikan bahwa aksi demo akan digelar mulai siang nanti. "Rencana nanti di Kuningan, setelah Jumatan," ucap Sambodo.
Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin menegaskan bahwa aksi 2502 jadi digelar pada hari ini."Insyaallah hari ini jadi," kata Novel.
Sebelumnya, Novel menyampaikan ada beberapa tuntutan dalam aksi tersebut. Pertama, meminta pemerintah menghapus aturan pelarangan hijab bagi umat Islam di India.
Kemudian, meminta kepada pemerintah RI untuk memutuskan hubungan diplomatik bila India tidak menghentikan aturan pelarangan jilbab.
"Meminta kepada pemerintah Indonesia agar pro aktif terhadap pembelaan terhadap umat Islam di India," kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/2). India menjadi sorotan setelah diduga menerapkan kebijakan yang mendiskriminasi umat Muslim di negara itu.
Sejumlah siswi di India sempat menggelar demonstrasi dengan belajar di luar sekolah karena tak diperbolehkan masuk gedung jika memakai kerudung atau hijab.
Bank India, UCO Bank's Mansoor Chowk, di Begusarai Bihar juga diduga menolak melayani seorang wanita karena dia mengenakan hijab.**vol/jn
Berita Terkait :
- Wabub Bengkalis Dampingi Kemenko Polhukam Tinjau Abrasi Pulau Muntai0
- LAM Riau Dukung Pihak yang Polisikan Menteri Agama0
- Anjing Menggonggong, Petanda Ada Iblis Lewat0
- Kapolri : Tak Usah Takut, Patuhi Prokes dan Vaksin0
- Pemilu Serentak 2024 Ditunda, Ini Alasan Cak Imin0
_Black11.png)









