- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Pertandingan Malam Hari Liga 1 Indonesia

Jakarta, VokalOnline.Com - Sabtu 23 Juli pukul 16.00 WIB, Liga 1 Indonesia akan mengawali musim baru 2022-2023 ketika Bali United menghadapi Persija Jakarta.
Itu adalah satu dari jadwal pertandingan musim ini yang sudah dirilis oleh penyelenggara kompetisi, PT Liga Indonesia Baru yang biasa disebut LIB saja. Baru pekan pertama memang, setelah draft jadwal seluruhnya memicu polemik.
Polemik itu berpusat pada beberapa pertandingan yang dilangsungkan malam hari, antara pukul 20.00 WIB dan 20.45 WIB.
Sebagian kalangan mempertanyakan mengapa harus semalam itu. Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita memiliki jawaban untuk pertanyaan semacam ini.
"Tidak bisa dipungkiri bahwa unsur pemegang hak siar harus diikuti dalam menyusun jadwal. Menurut mereka, pada jam segitulah penonton sudah santai di rumah sambil menunggu istirahat," kata Akhmad kepada pers dua hari lalu.
Pemegang hak siar pertandingan Liga 1 musim 2022/2023 adalah Elang Mahkota Teknologi atau Emtek. Mereka menjadi official broadcaster Liga 1 sampai musim 2024/2025.
Draft jadwal itu sempat diprotes Persib yang menuntut jadwal lebih adil. Persib merasa mendapatkan perlakuan tidak adil karena 15 dari 17 pertandingan putaran pertamanya digelar pada malam hari. Tim lain yang memiliki jatah bermain malam hari lebih banyak adalah Persija.
Namun yang mengajukan protes baru Maung Bandung yang beberapa hari lalu melayangkan surat protes bernomor 05/DIR/-PBB/VII/2022 yang ditandatangani Direktur Persib Teddy Tjahjono, kepada LIB.
Dalam surat itu Persib menulis "dengan mempertimbangkan faktor kesehatan dari tim kami serta asas keadilan bagi semua tim peserta Liga 1-2022/2023, bersama ini kami menyampaikan keberatan kami mengenai draf jadwal pertandingan Persib Liga 1- 2022/2023."
Di sini, Persib menekankan unsur keadilan yang sangat dijunjung tinggi oleh dunia olahraga yang juga bagian sentral dari sportivitas.
LIB beralasan bahwa memasukkan Persib dan Jakarta dalam daftar pertandingan yang lebih sering malamnya ketimbang sore, karena kedua tim ini memiliki banyak penggemar. Ini menjadi jaminan laga-laga Persib bakal ditonton pemirsa televisi yang jauh lebih banyak.
"Kami tak bisa memungkiri Persija atau Persib banyak penontonnya," kata Akhmad Lukita.
Tentang prime time
Dengan demikian, menaruh jam pertandingan yang dianggap terlalu malam, bukan sebagai upaya tidak adil kepada Persib dan Persija.
Upaya itu ditempuh lebih karena alasan waktu siaran yang lebih khusus lagi menyangkut prime time di mana dalam periode waktu inilah jumlah penonton acara televisi mencapai puncaknya.
Dan itu berkaitan dengan iklan besar yang akan menjadi pemasukan besar untuk stasiun televisi yang menyiarkan tayangan. Ini logika biasa dalam bisnis televisi.
Dari definisi umum yang dikenal selama ini, prime time adalah waktu yang tepat untuk menjangkau pemirsa TV dalam jumlah besar, yakni dari 8 malam sampai 11 malam.
Menurut Nielsen, pemirsa menonton televisi akan menghabiskan waktu hampir 2 jam per hari selama jam-jam prime time. Durasi ini berkurang menjadi lebih dari 1 setengah jam menonton ketika siang hari dari pukul 11:00 sampai pukul 15:00. Ini terus berkurang pada jam-jam pagi (06.00-10.00) dan larut malam (11.00-22.00).
Sebenarnya ini sudah umum dipraktikkan oleh para pelaku siaran olahraga langsung di mana-mana, tak cuma di Indonesia.
Namun tetap saja pemakluman kepada televisi dalam menomorsatukan prime time bukan berarti protes Persib tak dipedulikan, apalagi alasan Persib lebih kepada aspek keolahragaan dan kesehatan atlet yang semestinya menjadi perhatian penyelenggara kompetisi.
Oleh karena itu, suara Persib mengenai "asas keadilan" harus didengar. Bukan saja demi Persib, namun juga sebagai pesan keadilan untuk semua anggota komunitas sepakbola nasional dan Liga 1 Indonesia khususnya.
LIB sendiri sigap memperbaikinya. Buktinya, dalam jadwal pekan pertama Liga 1 musim ini, pertandingan Bali United melawan Persija Jakarta yang dalam draft sebelumnya berlangsung pukul 20:30 WIB, kini sudah dimajukan menjadi pukul 16:00 WIB.
Sebagai referensi saja, sebagian besar liga sepak bola profesional di seluruh dunia hampir tak pernah memberikan status khusus untuk sebuah klub dengan menaruhnya pada jadwal-jadwal yang khusus, hanya karena tim itu memiliki penggemar lebih banyak atau terbanyak.
Liga Premier Inggris misalnya. Tak ada "perlakuan khusus" kepada tim-tim besar seperti Manchester City, Liverpool, Chelsea, Manchester United, Arsenal dan Tottenham Hotspur yang memiliki penggemar lebih banyak dibandingkan dengan tim-tim Inggris lainnya.
Semua tim ini ditempatkan pada jadwal pertandingan yang sama. Prinsipnya, mereka menjunjung kesetaraan yang termasuk determinan pokok dalam sportivitas yang merupakan nilai luhur sepak bola dan olahraga. **Fira
Berita Terkait :
- Empat Ganda Putra Indonesia Berbagi Pool Perempat Final Singapore Open0
- Pertama Di Riau, 200 peserta Tampil Di Turnamen Panahan Indoor Unilak Archery0
- Berhadiah Puluhan Juta, 160 Tim Ramaikan Turnamen Futsal H Sukarmis0
- Siap-siap, Desember Nanti Bakal Digelar Yusko Open Championship Karate Sumatera0
- Hari Bhakti Adhyaksa Kejati Riau Dimeriahkan Sejumlah Perlombaan0
_Black11.png)









