- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Pesan Menyentuh Pelatih Jepang usai Tersingkir di Piala Dunia 2022

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu menegaskan era baru sepak bola Jepang semakin terlihat, menyusul performa positif yang ditampilkan anak asuhnya di Piala Dunia 2022.
Jakarta, VokalOnline.Com - Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu tetap memberikan apresiasi yang tinggi untuk anak-anak asuhnya meski harus tersingkir di Piala Dunia 2022. Jepang pulang kampung usai kalah dalam adu penalti dengan Kroasia, Senin (5/12).
Hajime Moriyasu melihat perjalanan Samurai Biru pada Piala Dunia tahun ini sebagai sebuah mimpi besar. Ia mengaku melihat masa depan sepak bola Jepang yang lebih cerah."Kami bermain selama 120 menit dan mereka mengambil penalti sangat berani. Saya ingin memuji upaya mereka, mereka berusaha di bawah tekanan yang sangat besar," ujar Moriyasu selepas laga, dikutip Reuters."Tentu saja kami ingin menang dan hasilnya sangat disayangkan. Kami tidak dapat menembus penghalang menuju babak delapan besar, tetapi para pemain mampu menunjukkan generasi baru dari sepak bola Jepang," ujarnya.Menurutnya, perjalanan sepanjang awal pembukaan Piala Dunia sudah membuat tim Jepang semakin terasah. Sejumlah negara dengan pemain top dunia mampu mereka kalahkan."Kami mengalahkan Jerman dan Spanyol - keduanya juara Piala Dunia. Kami harus percaya diri dengan kemampuan kami. Saya pikir ada masa depan yang berbeda untuk sepak bola Jepang."Kegagalan Jepang menembus delapan besar merupakan catatan keempat kali berturut-turut dalam tiap gelaran Piala Dunia.Sebelumnya Jepang kalah dari Turki, Paraguay, dan Belgia di tiap babak 16 besar. Kekalahan keempat ini membuat sejumlah pemain terpukul."Setiap hari, selama empat tahun, kami bekerja keras untuk mendobrak penghalang ini tetapi kami tidak bisa mendapatkan hasil yang kami inginkan. Ini sangat sulit untuk diterima," kata kapten Maya Yoshida."Hasil penalti tidak bisa disalahkan pada siapa pun. Masalahnya adalah kami tidak bisa menyelesaikan permainan dalam 120 menit," kata pemain sayap Ritsu Doan.Kekecewaan senada juga disampaikan Bek Yuto Nagatomo."Saya rasa penyesalan yang kami rasakan atas kekalahan ini akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik di tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Berita Terkait :
- Portugal vs Swiss: Ronaldo Jadi Cadangan? 0
- Di Balik Pembongkaran Stadion 974, Proyek Qatar-China di Piala Dunia 0
- Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2022 0
- Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 20220
- Ironi Tunisia: Hajar Prancis, 2 Clean Sheet, Tersingkir di Piala Dunia0
_Black11.png)









