Pimpinan Komisi II DPR RI Dr.Syamsurizal Sosialisasi Pendidikan Pemilu Bersama KPU

Publisher Vol/fit Daerah
26 Okt 2023, 21:29:03 WIB
Pimpinan Komisi II DPR RI Dr.Syamsurizal Sosialisasi Pendidikan Pemilu Bersama KPU

Meranti, VokalOnline.Com - Dr. Syamsurizal SE MM  Menjadi Narasumber komisi pemilihan umum Republik Indonesia (KPU RI)  Sosialisasi dan pendidikan pemilihan pemilu serentak 2024 bertempat di ballroom AK Meranti Hotel Jalan Terubuk, Kamis (26/10/2023) Siang. 

Selain itu,hadir Komisi Pemilihan Umum KPU RI, Komisioner KPU Kepulauan Meranti Herwan, Katmuji dan Hanafi Masyarakat Kepulauan Meranti serta Anggota DPRD Provinsi Riau Dedi Putra Ketua Praksi PPP dan Ketua DPC PPP Edi Mashudi juga para perserta dari Masyarakat.

Komisioner KPU Kepulauan Meranti Hanafi menyampaikan bahwa dari PPK PPS.TPS sungguh berperan penting dalam kesuksesan Pemilukada, KPU sendiri masih menunggu zona kampanye dan berharap Pemilu berjalan aman dan sukses.

"Jadi saya lihat antusias masyarakat ingin bertemu dan berdialog bercerita tentang masalah ini, sanggat lah tinggi harusnya memang harus ada ratusan yang mengikuti Sosialisasi ini sanggat penting memang harus ramai, " Kata Hanafi

" Apalagi dalam Pemilu hendaklah Mungkin 3 ya 33%. Artinya ada sekitar 27% yang tidak memilih artinya. Kemudian ada juga yang salah memilih. Ada yang pencoblosan itu lebih yang tidak mencoblos. Kemudian ada yang salah coblos nah ini yang akan kita lakukan ke depan nanti ibu -ibu yang ada di sini pas mencoblos kita ada 5 surat suara 5 suara suara mulai dari DPR RI, presiden ya pak presiden ya Pemilu kita tentang pemain Pemilu serentak itu kita memilih ada 5 kotak suara ada 5 jenis surat suara," jelas Hanafi.

Menurut Hanafi, Ada presiden warnanya coklat ya bu kemudian ada DPR RI warnanya merah, kemudian ada DPD warnanya kuning, kemudian ada d provinsi warnanya biru, kemudian DPRD Kabupaten kota warnanya hijau ini ada 5 surat suara yang ada 5 kota, jadi setiap surat suara itu harus dicoblos. Jangan terdampak dan undang undang DPRD Kabupaten kota dan provinsi.

"Perhatikan contoh akhirnya masuk dan selesai coblos pastikan coblosin tidak lebih daripada 2. Nah kalau copot ribuan nanti pulangnya nggak apa apa nanti ya. Nah ini dia jadi kalau cuma satu itu surat suara ada yang memilih suara suara yang hampir DI kemarin yang usaha yang tadi hampir 20.000 ya hampir 20.000 mungkin ini juga begitu hampir 13.000, begitu juga dari provinsi, artinya yang lebih tinggi, " tutupnya.

Sementara itu, Dr Syamsurizal, mengatakan bahwa ada 30 dari  9 provinsi sekarang yang ada disana gitu mereka akan melakukan pemilihan umum, Mereka akan memilih presiden DPR RI, DPD, juga DPRD Kabupaten Kota.

"Dari barat sampai ke timur sama calonnya memilih anggota DPR I,  DPD segala macamnya di depan masing masing- masing khusus untuk DPRI,Kita punya calon yang sama 9000 lebih calon anggota DPRI yang akan dipilih sebanyak 580 orang, " Kata Dr. Syamsurizal SE MM.

Lanjut Syamsurizal Pula, Jadi betul-betul Pemilu ini adalah sebagai sarana pemersatu bangsa. Semua kita yakin itu diatur dengan satu undang- undang dan begitu juga di Papua. undang -undang itu juga di Sulawesi. Undang itu juga di Riau. Undang itu sesuai nomor 7 tahun 2017, jadi sama dia. Jadi dengan demikian kita mengakui bahwasanya penyelenggaraan Pemilu sama di setiap daerah.

"Niat siapa yang menjadi pemilih dari suara itu dan apa yang akan dilahirkan dari situ dan apa yang jadi keinginan rakyat tertuang dalam jualan suara dari dalam kotak suara tersebut? Ya tidak berarti begitu saja kotak itu dan tak berwarna dan tidak bahagia. Bapak hanya segera kotak biasa saja, " Ujarnya.

Untuk itu, tentunya dalam meletakkan harapannya di dalam kotak itu.agar terpilih pemimpin yang terbaik sebagai putra terbaiknya yang akan menjadikan pemerintah ini, dengan cara yang kita sebut dengan Pemilu dan Pemilu itu pun tidak berjalan begitu saja tampa dukungan seluruh elemen.

"Tapi ada aturan- aturannya yang di pikirkan oleh orang -orang yang ada di Senayan sana memikirkan bagaimana proses penyelenggaraan kotak suara itu diisi secara baik dan diisi secara benar diisi secara jujur di kontrol, di berikan pemahaman agar mereka betul -betul dijalankan secara baik," ungkapnya.(Bom)**

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment