- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Prajurit TNI Tangkap Dua Pencuri Kabel di Markas

Salah satu tersangka pencurian kabel di Detasemen Pembekalan Angutan TNI Angkatan Darat.
Pekanbaru, VokalOnline.Com -Dua pencuri kabel di Pekanbaru ini, SP dan MA, terbilang nekat. Keduanya beraksi di markas TNI Angkatan Darat persisnya di Detasemen Pembekalan Angkutan (Dankebang) pada 27 Agustus 2022.
Kisah nekat pencurian kabel ini sudah bisa ditebak akhirnya. Keduanya tertangkap tangan membawa kabel dari lokasi itu oleh sejumlah prajurit lalu diserahkan ke Polresta Pekanbaru.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Komisaris Andrie Setiawan menjelaskan, keduanya datang ke Dankebang di Jalan Jenderal Sudirman. Keduanya berpura-pura menjadi pegawai dari biro PLN.
Keduanya masuk melalui pintu piket dan meminta izin kepada prajurit jaga. Awalnya tidak ada kecurigaan dari petugas piket sehingga keduanya masuk dan memotong sejumlah kabel di lokasi.
Tak lama setelah itu, keduanya didatangi petugas piket karena curiga kabel yang diambil sudah terpasang di tiang listrik. Petugas tadi menanyai identitas sebagai petugas PLN tapi keduanya tak bisa memperlihatkan.
"Keduanya akhirnya mengaku ke lokasi untuk mencuri kabel grounding," kata Andrie, Minggu petang, 29 Agustus 2022.
Setelah diserahkan ke polisi, keduanya mengaku nekat mencuri kabel, meskipun itu di markas TNI, karena himpitan ekonomi.
"Keduanya mengaku sudah mencuri kabel di 7 lokasi berbeda di Pekanbaru," ucap Andrie.
Kemana saja keduanya menjual hasil kejahatan selama ini, Andrie menyebut keduanya masih diperiksa.
"Kalau untuk pencurian yang terakhir ini belum sempat terjual karena tertangkap duluan, nilai kabel yang telah dipotong Rp5 juta," kata Andrie.
Berita Terkait :
- Dua Tahun Tertunda Tour de Siak Digelar 24 November Mendatang0
- Menteri LHK akan Ampuni 1,4 Juta Hektare Lahan Sawit Ilegal di Riau0
- Sudah Diresmikan DPRD Riau Minta Manajemen BRK Syariah Tingkatkan Sistem Perekrutan Karyawan0
- Launching Gerakan Tanam Cabai di Perkarangan0
- JMSI Riau Gelar Rapat Kerja Bentuk Koperasi dan Susun Program Kesejahteraan Anggota0
_Black11.png)









