- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Presiden: Percepatan Vaksinasi dan Prokes Kunci Pengendalian Omicron

Jakarta, VokalOnline.Com - Saat ini, penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di Tanah Air terus mengalami peningkatan. Untuk itu, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa percepatan vaksinasi dan pengetatan terhadap protokol kesehatan merupakan kunci pengendalian kasus Covid-19 varian Omicron di Tanah Air.
Demikian disampaikan Presiden saat meninjau pelaksanaan program vaksinasi untuk masyarakat di beberapa daerah secara virtual melalui konferensi video di Istana Kepresidenan Bogor, pada Kamis, 17 Februari 2022.
“Pertama vaksinasi, kecepatan vaksinasi baik itu vaksinasi suntikan yang kedua maupun untuk suntikan penguat atau booster . Yang kedua, kembali sampaikan kepada masyarakat mengenai pentingnya prokes utamanya pemakaian masker. Ini penting untuk diulang-ulang agar seluruh masyarakat taat pada protokol kesehatan,” ucap Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden berdialog langsung dengan sejumlah perwakilan di daerah yang melakukan vaksinasi secara serentak. Para peserta tersebut tersebar di 12 provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, capaian vaksinasi di Provinsi Maluku Utara per 17 Februari 2022 mencapai 79 persen untuk dosis pertama dan 42 persen untuk dosis kedua. Presiden pun mengajak para pihak untuk terus menggencarkan program vaksinasi di provinsi tersebut.
“Saya minta di Maluku Utara baik dosis pertama maupun dosis kedua persentasenya dipercepat lagi dibantu oleh Kodam maupun Polda agar digerakkan ke bawah sehingga persentasenya bisa meningkat lebih baik lagi,” tutur Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyapa dan mengapresiasi salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yaitu Kota Semarang yang capaian vaksinasinya sudah tinggi. Meski demikian, Presiden mengingatkan kembali untuk terus menjaga protokol kesehatan secara ketat.
“Yang paling penting persentase untuk vaksinasinya sudah tinggi, kemudian prokesnya dijaga saya kira insyaallah Jawa Tengah akan terjaga tidak naik terlalu tinggi,” ucap Kepala Negara.
Selanjutnya, Presiden menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak agar percepatan vaksinasi di Papua Barat dapat terus dikejar. Menurut data per 17 Februari 2022, capaian vaksinasi di provinsi tersebut mencapai 58 persen untuk dosis pertama dan 39 persen untuk dosis kedua.
“Ya untuk Papua Barat agar betul-betul masyarakat semuanya diajak, libatkan tokoh-tokoh agama, sehingga memberikan pemahaman yang langsung kepada penduduk. Dan sekali lagi kerja sama antara pemerintah daerah dengan Polri dengan TNI dan jajaran Forkopimda yang lain saya kira bagus,” tutur Presiden.
Dalam laporannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi serentak ini sudah dilaksanakan sejak hari Rabu, 16 Februari 2022 dengan target sasaran secara nasional untuk hari pertama sebanyak 1.018.430 dosis, baik dosis pertama dan kedua maupun dosis ketiga.
Adapun untuk pelaksanaan vaksinasi hari ini, dilaksanakan secara serentak di 5.086 titik. Menurut Kapolri, sasaran vaksinasi pada hari ini sebanyak 1.100.656 dosis di mana sasaran dosis pertama dan kedua sebanyak 836.045 orang dan sasaran dosis ketiga sebanyak 264.611 orang.
Vaksinasi dilakukan dengan menggunakan vaksin dari berbagai produsen, baik AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Sinopharm, CoronaVac, Johnson & Johnson, atau Sinovac. Vaksinator yang terlibat juga merupakan vaksinator dari Dinas Kesehatan, TNI, maupun Polri.
"Kegiatan kali ini melibatkan total 62.803 vaksinator yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Kapolri.***
Berita Terkait :
- Istana Bungkam, Lempar Polemik JHT ke Menaker Ida Fauziyah0
- Prabowo Gugat Balik 2 Perusahaan Asing soal Denda Sewa Satelit0
- Investasi di Riau Paling Besar di Sumatra, Bahkan Kalahkan Jawa Tengah0
- Real Madrid Konfirmasi Campakkan Gareth Bale0
- Camat Rambah Intruksikan Kades harus mampu terapkan Prokes di Masyarakatnya0
_Black11.png)









