- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Produk Nike Akan Sulit Ditemukan di Toko Sepatu

sepatunike(ceklist.id)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Merek perlengkapan olahraga ternama, Nike dipastikan akan semakin sulit ditemukan di gerai distributor atau pengecer. Perusahaan mengaku memang sengaja melakukan strategi tersebut.
Melansir CNN, Kamis (25/3), Nike ingin pelanggan membeli lebih banyak sepatu, pakaian, dan perlengkapan olahraga lainnya di gerai resmi Nike, Nike.com, aplikasi, dan grup distributor yang lebih terbatas seperti Dick's Sporting Goods (DKS) dan Foot Locker (FL).
Dalam beberapa tahun terakhir, Nike telah memangkas jumlah pengecer tradisional yang menjual barang-barangnya. Secara perlahan, Nike bergeser untuk tumbuh secara langsung lewat saluran penjualannya sendiri, terutama secara online. Perusahaan juga mengakhiri kemitraan penjualan di Amazon pada 2019 lalu.
Keputusan itu tentunya mempengaruhi pengecer besar dan kecil. Pola penjualan itu merupakan perubahan dari strategi pemasaran pada dekade awal kelahiran Nike.
Padahal, distributor sepatu kecil merupakan kunci menumbuhkan popularitas Nike di masa-masa awal berdirinya perusahaan. Ketika itu, orang justru mengetahui rilis sepatu baru Nike setelah mengunjungi gerai lokal.
Namun, perusahaan asal Oregon, AS itu mengatakan mampu menghasilkan keuntungan lebih dari dua kali lipat lewat penjualan melalui situs website dan toko resminya daripada melalui mitra.
Selain itu, Nike juga dapat mengontrol pengalaman belanja karena produknya dikirim langsung ke konsumen. Nike ingin memastikan barang dagangannya dipamerkan kepada pelanggan dengan cara yang menarik dan mencegah diskon produk terlalu banyak.
Pada September lalu, Ed Shaen, seorang pemilik toko sepatu atletik di Bellmawr, New Jersey bernama Sneakin 'In mengaku telah menerima surat dari Nike. Ia mengatakan Nike menyampaikan bahwa akunnya akan ditutup setelah 37 tahun bermitra.
(ulf/agt)
Berita Terkait :
- 10 Korban Tewas Diduga Tertidur Saat Kebakaran di Matraman 0
- Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia0
- Polisi Tembak Pelaku Pembacokan0
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar 0
- Syarwan Hamid Mantan Mendagri Meninggal Dunia0
_Black11.png)









