- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
Puan Dinilai akan Teruskan Warisan Bung Karno Rawat Hubungan RI-Korsel

VokalOnline.Com-- Ketua DPR Puan Maharani dinilai bakal meneruskan warisan Presiden RI pertama, Soekarno, dalam merawat hubungan baik masyarakat Indonesia dengan Korea Selatan. Mengingat, hubungan erat kedua negara telah dijalin sejak Bung Karno sejak lama.
Hal itu dikatakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto dalam acara Pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa dari Pukyong National University (PKNU), Korea Selatan. Puan diberi gelar doktor kehormatan di Bidang Ilmu Politik berkat dedikasinya selama ini.
"Bung Karno sangat dihormati bangsa Korea. Legacy yang ditinggalkan Bung Karno diteruskan oleh Bu Mega, dan sekarang Bu Puan akan melanjutkannya," kata Gandi.
Pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa dari PKNU dilakukan di College Theatre PKNU, Senin (7/11) kemarin. Puan sendiri sudah tiba di Busan, Minggu (6/11) pagi, didampingi sang ibu yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Gandi melanjutkan, keluarga Soekarno tak hanya dihormati oleh Korsel tapi juga oleh Korea Utara. Hal ini lantaran Bung Karno semasa hidupnya cukup dekat dengan pendiri Korut, Kim Il-Sung.
Kedekatan itu yang diteruskan oleh putri Bung Karno, yakni Megawati. Bahkan Megawati pernah menjadi utusan khusus Presiden Korsel untuk ke Korut dalam menjalankan diplomasi perdamaian.
"Bu Mega di Korea itu ditokohkan, karena beliau dianggap bisa menjadi jembatan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Bu Mega dianggap sebagai tokoh perdamaian," jelas Gandi.
Gandi menyebut, Megawati sering menyampaikan pesan dari Korsel ke Korut. Megawati dinilai menjadi salah satu tokoh dunia yang bisa dengan mudah masuk ke Korut sebagai komunikator.
"Tidak semua kepal negara lain bisa begitu. Legacy keluarga Soekarno di sini adalah jembatan antara Korea Utara dan Selatan, walaupun tidak mudah," terangnya.
Berkat diplomasi perdamaian yang dilakukannya, Megawati mendapat gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA). Megawati juga menerima gelar doktor honoris causa dari beberapa universitas di Korea.
Oleh karenanya, pemberian gelar Doktor Honoris Causa dari PKNU untuk Puan dinilai akan mempererat hubungan Indonesia dengan Korsel. Pemberian gelar kehormatan itu pun akan membuka lebar penguatan kerja sama pendidikan kedua negara.
"Pemberian gelar untuk Ibu Puan akan mendorong semakin banyak mahasiswa Indonesia belajar di Korea Selatan, termasuk kemungkinan beasiswa," ucap Gandi.
Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Korsel
Untuk diketahui, KBRI Seoul mencatat, mahasiswa Indonesia di Korsel baru sekitar 1.700 orang, padahal mahasiswa dari ASEAN di Korsel ada sekitar 72 ribu. Namun, Gandi mengatakan, Indonesia menjadi potensi pasar dunia bagi Korsel.
"Pengaruh Korea di Indonesia begitu cepatnya karena Korean Wave seperti K-Drama, K-Pop, makanan Korean Food. Indonesia penikmat K-Drama kedua terbesar di dunia, setelah Korea sendiri. Ini kan pasar dunia," sebutnya.
Gandi menilai, Indonesia harus memanfaatkan kondisi tersebut. Selain di bidang ekonomi, kerja sama bidang pendidikan antara Indonesia dan Korsel perlu ditingkatkan sehingga kemungkinan adanya transfer teknologi semakin besar.
"Indonesia dan Korea Selatan saling membutuhkan. Kemajuan ekonomi Korsel membutuhkan pasar Indonesia. Indonesia butuh transfer teknologi. Sementara Korsel butuh tenaga-tenaga kerja Indonesia mengingat Korsel masuk periode aging population," papar Gandi.
Di sela-sela pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa, juga dilakukan penandatanganan MoU antara 9 Universitas di Indonesia dengan PKNU.
Saat bertemu dengan Dubes Korsel untuk Indonesia, Park Tae-sung beberapa waktu lalu, Puan menyatakan harapannya agar kerja sama pendidikan kedua negara semakin bertambah kuat.
"Kerja sama pendidikan merupakan 'investasi´ bagi semakin kuatnya hubungan kedua negara di masa depan," ungkap Puan.
Selain untuk menerima gelar kehormatan dari PKNU, Puan juga sekaligus melakukan muhibah di Korsel. Ia bertemu dengan Presiden Yoon Suk-yeol dan melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua DPR Korsel yang baru saja dilantik, Kim Jin-Pyo.
"Kunjungan ini menjadi tonggak eratnya hubungan Indonesia dan Korea Selatan. Tidak hanya hubungan antar-pemerintah namun juga kerja sama antar-parlemen," kata Puan**Syafira
Berita Terkait :
- Raja Charles III Kesal Trump Komentari Foto Telanjang Dada Kate0
- Nestapa Pasukan Cadangan Rusia: Kerja Paksa hingga Ratusan Tewas0
- Zelensky Minta Bantuan Militer Netanyahu: Ancaman Kita Sama0
- 4 Pangeran Saudi yang Dipenjara di Era Pemerintahan MbS0
- Rusia Ancam Israel jika Pasok Senjata ke Ukraina0
_Black11.png)









