- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Rusia Klaim Tembak Jatuh 4 Rudal Buatan AS

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Pertahanan Rusia menyatakan pasukan Moskow telah menembak jatuh empat rudal anti-radiasi buatan Amerika Serikat yang melintas di perbatasan selatan negaranya dekat Ukraina, Senin (19/12)."Empat rudal anti-radar 'HARM' buatan Amerika telah ditembak jatuh di kawasan udara Belgorod," kata juru bicara menteri pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.HARM merupakan peluru kendali anti-radiasi air-to-surface berkecepatan tinggi. Rudal itu didesain untuk "mencari dan memusnahkan sistem pertahanan udara yang dilengkapi radar".Pada Minggu (18/12), serangan rudal juga diklaim terjadi di wilayah Belgorod yang menghantam rumah penduduk dan kawasan industri.Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov mengatakan serangan itu menewaskan satu orang dan melukai 10 orang lainnya.Sementara itu, Ukraina juga terus digempur rudal Rusia di hari yang sama ketika Presiden Vladimir Putin melakukan lawatan langka ke Belarus, sekutu dekat Moskow.Ukraina menuding kunjungan Presiden Vladimir Putinke Minsk pada Senin (19/12) adalah untuk meminta Belarus berbuat lebih banyak untuk membantu invasi Rusia.Komandan pasukan gabungan Ukraina, Serhiy Nayev,yakin pembicaraan Putindan Presiden Alexander Lukashenko di Minsk akan membahas rencana serangan terbaru dan bantuan militer lebih luas dari Belarus. Sebab, saat ini, pasukan Rusia di Ukraina disebut terus melemah hingga hanya bisa dalam posisi bertahan."Saya yakin pembicaraan di Minsk terkait agresi lebih lanjut terhadap Ukraina dan terutama keterlibatan yang lebih luas dari angkatan bersenjata Belarus dalam operasi melawan Ukraina, menurut pendapat kami juga dari penilaian di lapangan," ujar Nayev seperti dikutip Reuters.Kekhawatiran itu juga dialami sebagian pejabat dan warga Belarus, terutama oposisi pemerintah. Kelompok oposisi, yang sebagian besar dibungkam dan dipenjara, takut jika Belarus lambat laun akan dicaplok Rusia akibat kedekatan Minsk-Moskow yang kian mengkhawatirkan terutama sejak perang di Ukraina berlangsung.Namun, Putin membantah rumor yang menyebut dirinya ingin menguasai Belarus dalam pernyataan bersama Lukashenko di Minsk."Rusia tidak tertarik untuk mengambil siapa pun, ini tidak masuk akal," kata Putin seperti dikutip AFP.Putin berujar Belarus merupakan "sekutu terdekat dan mitra strategis" Rusia. Oleh sebab itu, rumor bahwa Rusia hendak merebut Belarus menurutnya fitnah dari musuh. **Syafira
Berita Terkait :
- Sempat Takut, Fan Perempuan Merasa Aman Nonton Piala Dunia di Qatar0
- Warga Argentina Pesta Baca artikel CNN Indonesia Warga Argentina Pesta Juara Piala Dunia saat Krisi0
- 7 Pemain Muda yang Bersinar di Piala Dunia 2022 0
- Hawaiian Airlines ke Honolulu Turbulensi Parah, 36 Penumpang Luka-luka 0
- Macron ke Mbappe Cs: Sangat Sedih, tapi Kalian Buat Prancis Bangga 0
_Black11.png)









