- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
Spanyol Naikkan Batas Usia Maksimum Penerima Vaksin AstraZeneca

vaksin-AstraZeneca/kabar24
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Spanyol menaikkan batas usia maksimum bagi para penerima vaksin AstraZeneca dari 55 menjadi 65 tahun. Vaksin ini sempat ditolak oleh sejumlah negara di Eropa karena masalah keamanan.Saat AstraZeneca disetujui oleh regulator Uni Eropa untuk digunakan pada Januari lalu, Spanyol menyatakan vaksin itu hanya akan digunakan pada mereka yang berusia di bawah 55 tahun karena kurangnya data uji coba pada kelompok usia yang lebih tua.
Namun sejak itu, lebih banyak data uji coba telah menunjukkan kemanjuran vaksin, dan negara lain telah memperluas penggunaan vaksin untuk orang tua."Batas usia yang ditetapkan 55 tahun dihapuskan dan batas tersebut diperpanjang menjadi 65 tahun," kata Menteri Kesehatan Carolina Darias dikutip saat konferensi pers menyusul pertemuan dengan departemen kesehatan regional.Keputusan itu diambil dua hari sebelum Spanyol akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah regulator obat UE menganggap suntikan itu aman dan efektif.Senin sebelumnya, Spanyol dan beberapa negara Eropa lainnya menyatakan akan menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Keputusan ini diambil setelah ada laporan yang mengaitkannya dengan pembekuan darah pada sejumlah kecil orang.
(AFP/pmg)Berita Terkait :
- AS Sanksi Pejabat China atas Pelanggaran HAM0
- Pangeran William Anggap Harry Menghina Ratu Elizabeth0
- Malaysia Dukung Presiden Jokowi Untuk Rapat ASEAN Soal Myanmar0
- Palestina Data Partai Peserta Pemilu0
- Filipina Menuding China Melakukan Invasi0
_Black11.png)









