- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Syamsuar Kesal Ada Ustaz Sebut Covid-19 Rekayasa Yahudi

Gubernur Riau Syamsuar. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Gubernur Riau Syamsuar menyebut sejumlah masjid di berbagai lokasi belum menerapkan protokol kesehatan. Pengurus tidak mengatur jarak antara satu jamaah dengan lainnya dan tidak mewajibkan memakai masker serta cuci tangan.
Di sisi lain, Syamsuar juga mengaku kesal karena masih ada pihak yang beranggapan Covid-19 tidak ada atau hanya konspirasi. Apalagi hal ini disampaikan seorang ustaz di sebuah masjid di Pekanbaru.
"Ada ustaz di Pekanbaru yang menyebut Covid-19 merupakan rekayasa Yahudi di Israel," kata Syamsuar di Balai Serindit Gubernuran, Senin siang, 19 April 2021.
Syamsuar menyatakan ini tidak benar. Apalagi saat ini tidak ada negara di belahan dunia yang luput dari infeksi virus corona.
"Bahkan Yahudi dan Israel itu juga kena, itu ceramah yang tidak benar, sehingga masyarakat menilai Covid-19 sudah hilang" kata Syamsuar.
Oleh karena itu, Syamsuar meminta jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kabupaten kota di Riau memantau ceramah-ceramah ustaz di masjid. Khususnya dalam siraman rohani usai Salat Isya berjamaah.
"Perlu diwaspadai ustaz ceramahnya yang seperti itu," kata Syamsuar.
Syamsuar mengatakan, ceramah itu disampaikan pada Rabu pekan lalu, 14 April 2021. Dari pembelajaran itu, Syamsuar meminta ustaz untuk tidak ceramah dengan materi pembohongan.
"Jangan sampaikan yang hoax kepada masyarakat, sampaikan yang menyejukkan, apalagi ini Ramadan," jelasnya. (syu)
Berita Terkait :
- Dheni Kurnia Ingatkan Media Patuhi Kode Etik0
- Yulisman: DPRD Riau Membuka Diri Untuk SPS Riau0
- Bupati Kampar Rotasi Sejumlah Pejabat Eselon II0
- Wabup Bahas Pembangunan Pelabuhan Roro Ketam Putih Pulau Padang0
- Wabup Bagus Usulkan Pembangunan Jembatan Pulau Bengkalis dan Rupat0
_Black11.png)









