- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
TNI Jaga Proyek Galian Pasir Berujung Tiga Prajurit Tewas Ditembak KKB

Ilustrasi penembakan. (Thinkstock/hurricanehank).
Jakarta, VokalOnline.Com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan tiga orang prajurit TNI yang gugur di Distrik Gome, Kabupaten Puncak Papua beberapa waktu lalu yaitu karena mengamankan proyek galian pasir, bukan karena patroli ke sejumlah titik. Andika menyebut Komandan Pos Koramil Gome berbohong soal aktivitas tersebut.
"Karena memang apa yang dilaporkan oleh komandan pos, bukan hanya insiden hari itu ya, hari itu kan insiden yang kemudian menewaskan sampai tiga orang anak buah dari pos itu, tetapi kegiatan yang dilaporkan oleh komandan pos kepada komandan atasnya yaitu komandan batalyon yang waktu itu vi-con dengan saya, nah itu bohong," kata Andika kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/3). dilansir dari cnn indonesia.
"Jadi misalnya dikatakan dia mengeluarkan pengaman pos itu, patroli, ke titik ini, ke titik A, ternyata yang dilakukan itu ke proyek galian pasir," imbuhnya.
Menurut Andika, komandan pos tersebut tak melaporkan kegiatan pengamanan proyek galian pasir ke komandan batalyon lantaran khawatir akan menimbulkan pertanyaan. Di sisi lain, Andika mengatakan komandan pos itu menggelar pasukan tanpa pertimbangan taktis.
"Itulah yang kemudian ditutupi harapannya enggak ketahuan, tapi juga pada saat bersamaan cara komandan pos ini menggelar di tempat galian pasir tadi itu, enggak sama sekali enggak ada pertimbangan gimana supaya misalnya aman," katanya
"Satu, itu salah karena enggak ada izin. Kedua, dilakukan juga tanpa pertimbangan taktis. Ingat ini kan bukan daerah lain, ini daerah yang memang keamanannya juga agak lebih tidak biasa," tambah Andika.
Perihal insiden tersebut, Andika menyebut pihaknya telah melakukan evaluasi. Ia pun meminta agar tidak ada lagi tindakan komandan yang mengorbankan anak buahnya. Dia juga menginstruksikan jajarannya untuk tidak melakukan pengamanan proyek apapun tanpa persetujuan Panglima Komandan (Pangdam). Mantan KSAD itu juga meminta jajarannya untuk disiplin dan tidak sembarangan dalam bertindak.
"Jadi pelajaran kepada Dandim yang ada di seluruh wilayah, termasuk di Papua Barat, untuk tidak pernah main-main. Makanya dalam instruksi saya tidak ada yang melakukan pengamanan proyek apapun kecuali atas perintah Pangdam," kata Andika dikutip dari unggahan di YouTube pribadinya, Selasa (22/3). selain itu, Andika juga berujar, kasus tersebut kini sudah dalam tahap penyidikan. Nantinya, perkembangan kasus itu akan dikawal langsung olehnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Ini Di Rohil,Beli Sabu Tukar Dengan Chips Game,Tiga Warga Ditangkap Polisi.0
- Semeru Kembali Semburkan Guguran Awan Panas Sejauh 4 KM0
- Polisi Belum Tetapkan Tersangka Mafia Minyak Goreng0
- Pendaftaran SBMPTN Resmi Dibuka Hari ini0
- Kronologi Penangkapan hingga Penahanan Bos Robot Trading Fahrenheit0
_Black11.png)









