- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Aksi Mahasiswa soal Minyak Goreng Langka di Makassar Berujung Ricuh

Ilustrasi aksi berujung rusuh.
Makassar, VokalOnline.Com - Unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terkait kelangkaan minyak goreng di depan gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh. Dua anggota kepolisian terkena pukulan mahasiswa dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Aksi unjuk rasa PMII ini di depan gedung DPRD menyoroti kelangkaan minyak goreng kemasan di pasaran. Para mahasiswa menyampaikan aspirasi secara bergantian. Namun, ketika akan membakar ban bekas salah satu petugas berusaha mencegah sehingga memicu keributan, lantaran mahasiswa melakukan perlawanan.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS, mengatakan aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan dua anggota dikeroyok saat melakukan pengamanan demo itu. "Anggota yang terluka itu dari Polsek Rappocini dan Intelkam Polrestabes Makassar. Sekarang menjalani pemeriksaan medis," kata Lando, Senin (7/3) di lansir dari cnn indonesia.
Lando menjelaskan penganiayaan terjadi ketika petugas mengamankan massa aksi yang akan membakar ban, tetapi menghalau massa agar tidak dibakar. Tak terima massa langsung menyerang dengan bambu, batu dan kayu.
Alhasl dua polisi yakni Bripka R dan Aipda N, terluka di bagian kaki, pipi, dada serta tangan memar. Kedua anggota polisi itu, kata Lando, dilarikan ke rumah sakit. "Anggota yang jadi korban sudah melapor secara resmi. Kami akan selidiki kasus ini," ungkapnya.
Sementara, Kasat Intelkam Polrestabes Makassar, Kompol Idris menuturkan, jika aksi unjuk rasa tersebut tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian.
"Mereka mengaku dari PMII Makassar tanpa pemberitahuan menutup jalan, membakar ban dan pengejar pengamanan internal DPRD Kota Makassar serta menyerang polisi yang bertugas," kata Idris.
Diketahui aksi demo mahasiswa itu dengan membawa beberapa tuntutan. Seperti, pencabutan izin pengelolaan lahan untuk tambang di Wadas, hak warga Pulau Waoni di Sultra dan tuntutan kelangkaan minyak goreng.**vol/jn
Berita Terkait :
- Ditahan 5 Hari, Politikus Golkar Masih Bungkam soal Keroyok Ketum KNPI0
- TLCI Chapter#2 Riau Bantu Korban Gempa Pasaman0
- Polda Riau Limpahkan Laporan Terhadap Menteri Agama ke Bareskrim0
- Bupati Kuansing (Non Aktif) Andi Putra Segera Diadili0
- Petani Nanas Siak Diajari Kembangkan Produk dan Pemasaran0
_Black11.png)









