- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Alumni Kartu Prakerja Dapat KUR Super Mikro dari Pemerintah

(economykezone)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Pemerintah menyiapkan Rp41,8 triliun untuk kredit usaha rakyat (KUR) Super Mikro atau pinjaman berplafon Rp10 juta tanpa jaminan pada tahun ini. Menariknya, KUR Super Mikro tersebut juga diperluas untuk alumni program pelatihan Kartu Prakerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan KUR Super Mikro dimaksudkan guna menggenjot rasio kewirausahaan nasional.
Targetnya, pada 2024 mendatang, rasio kewirausahaan nasional dapat mencapai 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru 4 persen."Sebagai bentuk dukungan pemberdayaan kepada Wirausaha Alumni Kartu Prakerja yang berkelanjutan, pemerintah memberikan fasilitas pembiayaan KUR Super Mikro bagi wirausaha alumni peserta program Kartu Prakerja yang terkena PHK," terang Airlangga lewat rilis, Jumat (9/4).
Berdasarkan data statistik Manajemen Kartu Prakerja, sekitar 35 persen penerima Kartu Prakerja yang awalnya menganggur, kini berstatus bekerja. Dari angka itu, sekitar 17 persennya menjadi wirausaha.
Diharapkan, insentif KUR yang berikan oleh pemerintah mampu mendorong para pengusaha dalam mengembangkan kegiatan usahanya dan nantinya membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami harap para alumni program Kartu Prakerja dapat memperoleh informasi yang bernilai dan bermanfaat untuk membantu pengembangan kegiatan usahanya melalui dukungan program KUR. Selanjutnya, mendorong para alumni Kartu Prakerja untuk menjadi wirausaha, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat," jelasnya.Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin menegaskan kepada para alumni program Kartu Prakerja bahwa KUR merupakan produk pembiayaan/kredit, bukan program bantuan sosial.
Artinya, alumni tidak secara otomatis mendapatkan fasilitas KUR. Mereka tetap harus melalui prosedur dan prinsip-yang ditetapkan perbankan dalam penyaluran kredit.
Dalam sosialisasi dijelaskan bahwa proses pengajuan KUR dilakukan secara online. Proses pengajuan dapat dilaksanakan dengan alur:
1. Peserta alumni Program Kartu Prakerja mengajukan surat permohonan kredit ke Bank BNI melalui E-Form KUR Prakerja
2. Bank BNI melakukan evaluasi kelayakan usaha
3. Jika dinilai layak, peserta alumni Program Kartu Prakerja terpilih melakukan penandatanganan perjanjian kredit di Bank BNI
4. Peserta alumni Program Kartu Prakerja terpilih wajib melakukan pembayaran kewajiban sampai dengan kredit lunas.Saat ini program Kartu Prakerja telah memasuki gelombang ke 16. Khusus tahun lalu dari gelombang 1-11, jumlah penerima program tercatat mencapai 5,5 juta orang dengan sekitar 5,3 juta orang di antaranya telah mendapatkan insentif dari total dana yang disalurkan Rp13,36 triliun.
Sedangkan untuk periode 2021 (batch 12-16), jumlah penerima mencapai 2,7 juta orang dengan 2,6 juta orang di antaranya telah membeli pelatihan. Total dana insentif yang telah disalurkan sebesar Rp1,68 triliun kepada 2,02 juta orang penerima.
Selain itu, program Kartu Prakerja telah menjangkau peserta yang tersebar di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia dan membangun ekosistem yang kolaboratif.
(wel/bir)
Berita Terkait :
- Sanksi Pemudik yang Nekat Mudik Naik Mobil0
- Sri Mulyani Akui Bantuan ke Pengusaha di Bali Belum Maksimal0
- Ahok Ketemu Gibran Bahas Penghapusan Premium0
- Pengusaha Minta Pemerintah Bantu DP Rumah Non Subsidi 0
- Periode Supercycle, Harga Komoditas Bakal Naik0
_Black11.png)









