- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
BBKSDA Riau Pasang Kamera Jebak di Lokasi Petani Tewas Dimakan Harimau

Harimau sumatra. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan lokasi Indra, petani sekaligus penjerat rusa yang tewas diterkam harimau sumatra, berada di Giam Siak Kecil. Kawasan konservasi itu menjadi salah satu landscape atau habitat si Datuk Belang.
BBKSDA Riau juga menyatakan daerah yang masuk Kabupaten Bengkalis itu jauh dari rumah warga ataupun kampung. Untuk sampai ke lokasi memakan waktu tak sebentar dan harus memakai sampan.
"Lokasi itu merupakan habitat harimau, terlepas dari masyarakat pernah atau tidak melihatnya langsung," kata Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono, Jum'at petang, 8 April 2022.
Hartono menyebut personel BBKSDA Riau sudah ke lokasi yang terletak di Pulau Teluk Padi, Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau itu. Di lokasi, petugas menemukan tapak atau jejak harimau sumatra.
"Di lokasi ada juga jerat rusa, rusanya ada dan sudah mati," kata Hartono.
Berdasarkan informasi temuan jejak, BBKSDA Riau menyebut diduga ada dua harimau sumatra yang menerkam korban. Untuk memastikannya, petugas memasang kamera pengintai di lokasi.
"Ada lima kamera jebak yang dipasang untuk memastikan jumlah dan memantau keberadaan harimau di lokasi," jelas Hartono.
Sebelumnya, sambung Hartono, tidak ada masyarakat yang berani ke lokasi setelah mengevakuasi jasad korban. Warga takut karena menemukan jejak dan menduga harimau masih berkeliaran di sekitar lokasi.
Menurut Hartono, jasad korban saat ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Badan dan kepalanya terpisah cukup jauh karena diduga menjadi korban harimau sumatra.
Korban sendiri pergi ke ladang pada Selasa pagi. Korban pamit kepada istri dan mertua serta menyebut akan mengecek jerat rusa yang dipasang beberapa hari sebelumnya.
Hingga malam korban tak kunjung pulang. Pencarian dilakukan hingga malam hari oleh puluhan warga tapi korban tak ditemukan sehingga pencarian dilanjutkan pada keesokan harinya.
Menjelang siang Rabu, 6 April 2022, jasad korban ditemukan setelah dicari oleh ratusan warga. Evakuasi dilakukan pakai sampan dan korban dikebumikan pada hari itu juga.***
Berita Terkait :
- Petani Tasik Tebing Serai Tewas Dimakan Harimau0
- Gubernur Syamsuar Safari Ramadan ke Bengkalis dan Pelalawan Malam Ini0
- Sambut Bulan Suci Ramadhan, Bupati Bengkalis Sampaikan Permohonan Maaf0
- DPD PWMOI Gelar Silaturrahmi dengan Kejaksaan Negeri Bengkalis0
- Sambut Bulan Suci Ramadhan, Gelar Acara Makan Bersama Dengan Pengurus DPD PWMOI Bengkalis0
_Black11.png)









