- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Harga Sawit Turun, Ini Kata Gubernur Syamsuar

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengakui telah mendapat laporan dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau terhadap perkembangan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit.
Sebelumnya Tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Riau merujuk surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi No. 21 periode 31 Mei-6 Juni 2023, telah menyepakati harga sawit Riau umur 10-20 tahun turun Rp 43,67/Kg menjadi Rp 2.246,64/kg.
"Tadi Kepala Dinas Perkebunan sudah menyampaikan ke saya, harga sawit diperkirakan turun lagi," kata Syamsuar di Komplek Kantor Gubernur Riau, Senin (5/7/2023)
Adapun faktor penyebab turunnya harga TBS periode ini karena terjadinya penurunan harga jual Crude Palm Oil (CPO) dari perusahaan yang menjadi sumber data.
Meskipun demikian, orang nomor satu di Riau ini berharap pengusaha sawit yang ada di Riau tidak membeli TBS Sawit masyarakat tidak terlalu rendah karena akan mempengaruhi perekonomian masyarakat.
"Karena sebagian besar rakyat bergantung pada sawit, tak hanya masyarakat tapi dampak ekonomi Riau juga berpengaruh," imbuhnya.
Ia mengatakan bahwa saat ini ekonomi Indonesia sangat bagus, inflasi juga masih bisa dikendalikan sehingga tidak ada lonjakan harga. Maka dari itu diharapkan tidak terpengaruh dengan adanya permainan dari Uni Eropa yang menilai sawit di indonesia dan malaysia melakukan deforestasi.
"Inikan tahun politik, bisa saja Uni Eropa melakukan permainan tidak sehat terhadap Indonesia, karena ekonomi Indonesia bagus," terangnya.
"Dulu di tahun 2018 yang merupakan tahun politik juga kita dihantam, sehingga harga sawit kita anjlok sampai di bawah seribu. Kedepannya kita harapkan hal yang serupa tidak terjadi," harap Gubri.
Syamsuar memastikan bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan tinggal diam menyusul turunnya harga sawit, yang diduga karena "permainan" Uni Eropa.
Khusus di Riau, Syamsuar dengan tegas menampik bahwa sawit telah mengakibatkan deforstasi. Bahkan perusakan lingkungan.
"Itu sebabnya sejak awal saya sudah menerapkan ekonomi hijau. Ramah lingkungan. Buktinya dalam beberapa tahun terakhir kita boleh dikatakan sudah bebas asap akibat kebakaran hutan," ucap Syamsuar.
Syamsuar juga menyebut bahwa ekonomi hijau ini telah pula mendapat apresiasi. Bahkan dalam dua tahun terakhir Riau berada pada rangking pertama.
"Jadi tuduhan deforestasi atau merusak lingkungan itu tentu tidak benar," pungkas Syamsuar.(Bom)
Berita Terkait :
- Gubernur Riau Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Ditahun Politik0
- Harga Sawit Turun, Ini Kata Gubernur Syamsuar0
- Puluhan Personel Polres Meranti Lakukan Patroli Blue Light Antisipasi Gangguan Kamtibmas0
- Dimulai Peninjauan Jalan, Plt. Bupati Buka MTQ Kecamatan Rangsang0
- Plt. Bupati H. Asmar Hadiri Perpisahan Siswa SMPN 1 Tebingtinggi0
_Black11.png)









