- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Kapolri Terbitkan Telegram Tim Gabungan Usut Kasus Gagal Ginjal Akut

Jakarta, VokalOnline.Com -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus temuan penyakit gagal ginjal akut yang terus memakan korban jiwa dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan tim tersebut akan melibatkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)."Betul, karena kami sedang join investigasi bersama BPOM dan Kemenkes," kata Pipit saat dikonfirmasi.Pembentukan Tim Gabungan diputuskan lewat Surat Telegram yang dikeluarkan Kapolri pada pada Kamis (26/10). Surat tersebut ditandatangani oleh Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto,dilansir dari cnn indonesia.Surat tersebut ditujukan untuk semua Kapolda agar melakukan pendataan terhadap temuan kasus gagal ginjal akut pada anak. Kapolri memerintahkan agar kepolisian nantinya berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat.Kapolri juga meminta anak buahnya untuk membantu tim medis membantu melakukan pengambilan sampel darah, urine, dan obat dari pasien gagal ginjal akut. Pengecekan darah dan urine dilakukan oleh Labfor Polri. Sedangkan untuk obat diteliti oleh BPOM."Seluruh kegiatan pengambilan sampel, dan pengecekan laboratorium agar dilengkapi dengan administrasi yang lengkap. Perkembangan agar dilaporkan kepada Kapolri," demikian dikutip dari Telegram.Hingga kemarin, Kemenkes melaporkan kasus temuan gagal ginjal akut telah menewaskan 143 korban, dari total 255 temuan kasus.**Syafira
Berita Terkait :
- Dua Polisi Ditangkap di Nias Terkait Kasus Narkoba0
- Saksi Polisi Benarkan CCTV di Sekitar Rumah Sambo Tersambar Petir0
- Gabung NII, Suami Siti Elina Turut Jadi Tersangka Kasus Terorisme0
- Saksi Sebut Brigadir J Masih Hidup dalam Rekaman CCTV Jam 4-6 Sore0
- Kadis DLH Inhu: Pengelolaan Limbah Pabrik Sawit PT KAS Sudah Sesuai Baku Mutu0
_Black11.png)









