- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Kontes Busana Transpuan Batal Digelar usai Diprotes Keras Ormas Islam

Surabaya, VokalOnline.Com - Evening Dress Transpuan Competition yang mestinya digelar di Surabaya, Kamis (24/11), mendadak dibatalkan. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh pihak Royal Plaza dan penyelenggara.
GM Royal Plaza Surabaya Vicky Ratih membenarkan acara itu mestinya digelar di tempatnya. Namun gelaran itu sudah dipastikan batal dilaksanakan.
"Acara harusnya [dilaksanakan] tanggal 24 November, minggu depan dan sudah di-cancel," kata Vicky saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (21/11).
Namun, Vicky enggan menjelaskan apa alasan acara Evening Dress Transpuan Competition itu dibatalkan. Ia mengaku tak bisa memberikan keterangan.
"Maaf kami tidak bisa memberikan keterangan banyak, karena tidak mau ini menjadi polemik dan malah mempublikasikan keberadaan transpuan itu sendiri," ucapnya.
Salah seorang penyelenggara yang nama don nomor teleponnya tercantum dalam poster Evening Dress Transpuan Competition, Charla, mengatakan acara itu sudah batal. Dia juga tak jadi bagian dari panitia lagi.
"Saya tidak lagi jadi panitia. Karena event tersebut sudah cancel total terima kasih," kata Charla, dihubungi melalui pesan singkat.
Sebelumnya, Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur menolak gelaran 'Evening Dress Transpuan Competition' yang digelar di Surabaya. Acara itu dinilai menyebarkan kemaksiatan.
Hal itu dikatakan oleh Sekjen GUIB Jatim Mochammad Yunus. Ia menyebut kompetisi yang diadakan di Royal Plaza Surabaya, Kamis (24/11), itu harus dibubarkan.
"Penyelenggaraan kompetisi ini berpotensi memunculkan penyakit sosial yang berdampak pada merebaknya kemaksiatan, kemungkaran, menjadi basis perdagangan narkoba dan obat-obat terlarang, minuman beralkohol, perjudian, penyimpangan seksual, prostitusi terselubung, promosi LGBT serta prilaku amoral lainnya," kata Yunus melalui keterangan tertulisnya kepada CNNIndonesia.com.**Syafira
Berita Terkait :
- Teddy Minahasa Cabut BAP, Polda Metro Klaim Kantongi Empat Bukti0
- Biden Guyon Semangati Timnas AS di Piala Dunia: Coach, Saya Siap Mai0
- Ormas Islam Protes Keras Kontes Busana Transpuan di Surabaya0
- China Mau Ketemu AS di Kamboja, Makin Mesra usai dari Bali0
- Penembak Kelab Gay AS Diduga Sama dengan yang Tebar Ancaman Bom 20210
_Black11.png)









