- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Syarwan Hamid Meninggal Dunia, Gubernur Riau Berduka

Mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Menteri Dalam Negeri era Presiden BJ Habibie, Letnan Jenderal (purn) Syarwan Hamid tutup usia. Pria kelahiran 10 November 1943 di Desa Pusaka, Kabupaten Siak, Riau itu meninggal di Jakarta.
Kabar meninggalnya Syarwan Hamid beredar di pesan berantai Whatsapp sejak Kamis dini hari, 25 Maret 2021. Gubernur Riau Syamsuar mengucapkan duka mendalam atas kepergian tokoh Melayu ini.
"Kami sekeluarga, baik atas nama pribadi ataupun Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat turut berduka cita atas berpulang ke rahmatullah Letjen Purn H Syarwan Hamid," terang Syamsuar, Kamis.
Syamsuar menyebut almarhum memiliki banyak jasa, baik bagi negara ataupun Bumi Lancang Kuning. Terutama dalam otonomi daerah dengan pemekaran sejumlah daerah.
"Termasuk pemekaran Kepulauan Riau dari Provinsi Riau, semoga ditempatkan dalam tempat yangg terbaik di sisi Allah SWT," sebut Syamsuar.
Semasa hidupnya, selain menjadi Menteri Dalam Negeri, Syarwan Hamid pernah menjadi Wakil Ketua MPR hasil pemilihan umum pada 1997. Setelah BJ Habibie jadi Presiden, dia diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.
Saat menjadi Menteri Dalam Negeri, Syarwan Hamid punya peran besar dalam melahirkan Undang-Undang Otonomi Daerah. Indonesia yang awalnya merupakan negara sentralistik berubah menjadi desentralisasi.
Perannya mendobrak sentralisasi membuat pembangunan tidak hanya berpusat di Pulau Jawa saja. Otonomi Daerah membuat pembangunan mulai merata di lakukan di berbagai daerah.
Selama aktif di TNI, dulunya masih Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Sarwan memiliki karir mentereng. Jabatan terakhir di ABRI yang pernah dipangkunya adalah Kassospol.
Atas jasanya itu, Lembaga Adat Melayu Riau memberikan gelar Datuk Lela Setia Negara pada 26 November 2000. Gelar itu kemudian dilepas dan dikembalikan ke Lembaga Adat Melayu Riau karena tensi perpolitikan menjelang pemilihan presiden.
Sarwan keberatan Lembaga Adat Melayu Riau memberikan gelar adat kepada Presiden Joko Widodo yang mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada tahun 2019. (syu)
Berita Terkait :
- Produk Nike Akan Sulit Ditemukan di Toko Sepatu0
- 10 Korban Tewas Diduga Tertidur Saat Kebakaran di Matraman 0
- Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia0
- Polisi Tembak Pelaku Pembacokan0
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar 0
_Black11.png)









