- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Ada Sekolah Terancam Rubuh di Desa Pulau Tinggi Kampa
Ketua DPRD Kampar M Faisal Siap Perjuangkan Perbaikan

Reses Ketua DPRD Kampar M Faisal
PULAU TINGGI (VOKALONLINE.COM)- Sebuah Sekolah Dasar (SD) di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar terancam rubuh. Jika tak segera dilakukan perbaikan maka dikhawatirkan membawa dampak buruh terutama keselamatan para murid, majelis guru maupun pihak sekolah lainnya.
Hal itu terungkap dalam reses masa sidang II tahun 2021 Ketua DPRD Kabupaten Kampar Muhammad Faisal di aula kantor Kepala Desa Pulau Tinggi, Jum'at (2/4/2021) sore. Kegiatan reses ini dihadiri Kepala Desa Pulau Tinggi, Ketua BPD Yusrizal, tokoh agama, tokoh masyarakatnya dan perangkat desa serta kaum ibu.
Faisal mengungkapkan, beberapa waktu lalu ia telah menerima kabar tentang SD Negeri 007 di Pulau Tinggi dan ia bahkan telah berkeliling di Pulau Tinggi termasuk meninjau kondisi sekolah tersebut.
"Melihat sekolah itu berair mata ini. Memang sangat layak pembangunan gedung sekolah ini. Ibo ati awak nengok e, itu perlu di rehab total," ujar Faisal.
Menurut Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Kampar ini, perbaikan sekolah ini sangat urgens. "Kalau tidak ditangani dengan segera bisa runtuh sekolah ini. Kita takutnya ada korban," beber Faisal.
Berkaitan kegiatan reses yang masih dilakukan dengan jumlah peserta yang terbatas dan masih mengikuti protokol kesehatan, Faisal menyebutkan, dengan turunnya anggota dewan ke masyarakat bisa menampung aspirasi masyarakat secara langsung.

Lulusan UII Yogyakarta ini menambahkan, kegiatan reses sangat diperlukan karena segala aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pokok pikiran (pokir) bagi DPRD Kampar. "Dan itu diatur undang-undang," tukasnya.
Ia berpesan kepada masyarakat agar siapapun yang datang reses diterima dan disambut dengan baik karena semakin banyak informasi yang sampai kepada DPRD maka berpeluang semakin cepat ditanggapi.
Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan aparatur desa serta BPD ini Faisal juga berpesan agar para orang tua mengawasi anak-anaknya yang masih belajar dengan daring karena banyaknya ancaman konten pornografi melalui internet.
Selain persoalan kerusakan bangunan SD, beberapa tokoh masyarakat juga menyampaikan aspirasi.
Diantaranya Kepala Dusun I Ruminur. Ia mengungkapkan, pembangunan yang dibutuhkan tidak hanya pembangunan fisik namun juga pembangunan sumber daya manusia. Di Pulau Tinggi saat ini membutuhkan bangunan untuk menampung tingginya minat orang tua agar anaknya belajar tahfiz Qur'an. "Tahfiz Quran peminatnya saat ini mencapai seratus orang. Namun sampai saat ini masih numpang di rumah orang," bebernya.
Selain itu ia minta kegiatan pemberdayaan pemuda karena banyak pemuda menganggur. "Siang malam main hp. Oleh sebab itu kami minta agar ada kursus bengkel dan menjahit," ulasnya.
Pada kesempatan ini salah seorang tokoh masyarakat Syafri menyampaikan permintaan pembangunan turap Sungai Kampar karena tingginya tingkat abrasi di tepi Sungai Kampar dan mengancam pemukiman penduduk.
Mengenai hal ini Faisal mengungkapkan sebelumnya ia ada memasukkan permintaan pembangunan turap Sungai Kampar namun sekarang kewenangan pembangunan turap berada di pemerintah pusat dan ia telah mengkomunikasikan dengan perwakilan pemerintah pusat atau balai di daerah.
Faisal sebelumnya juga telah menyampaikan persoalan turap tebing Sungai Kampar kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera. "Solusinya menurut mereka kalau memang ada permintaan turap masukkan ke pusat, buatkan surat agar bisa dibangun melalui APBD Kampar. Mudah-mudahan kedepan bisa dibangun dengan APBD Kampar. Namun sebaiknya ini memang dengan dana pusat karena itu besar kebutuhan dananya," ungkap politisi dari Daerah Pemilihan IV ini.(hir)
Berita Terkait :
- Kejari Kampar Terima Empat Tersangka Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering0
- Kampar Satu-satunya Kabupaten yang Menjadi Pilot Project TP2DD 0
- Camat Rahmat Fajri: Komitmen Kami Memberantas Pekat di Siak Hulu0
- Razia di Kualu, Warung Pekat Disikat0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
_Black11.png)









