- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
Panglima TNI Minta Lanjut Usut Kanjuruhan Jangan Berhenti di Sini

VokalOnline.Com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta kasus Tragedi Kanjuruhan dikembangkan dan diusut tuntas, tak cukup dengan mengantongi lima nama anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan di lapangan.
Andika mengatakan TNI sudah melakukan investigasi internal. Ada lima orang yang telah dipastikan melakukan kekerasan pada tragedi itu.
"Kita sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kita melanjutkan dengan proses hukum. Karena apa? Memang yang viral itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan," kata Andika dalam tayangan kanal Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa, Minggu (27/11).
Menurut laporan yang Andika terima, empat orang anggota TNI telah mengaku melakukan tindak kekerasan dalam Tragedi Kanjuruhan. Adapun satu orang anggota lainnya belum mengakui hal itu.
Ia memerintahkan bawahannya untuk terus mengusut dugaan anggota-anggota yang terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan. Bahkan, ia memerintahkan pengusutan hingga tingkat perwira.
"Terus, jangan berhenti di lima ini. Telusuri juga ke atasnya termasuk dandim. Yang berikan BKO siapa? Dandimkah atau danrem? Sehingga kita terus ini jangan hanya berhenti di situ," ujarnya.
Andika meminta bawahannya untuk terus melaporkan perkembangan terbaru mengenai hal ini. Ia juga memastikan akan menyeret anggota yang terlibat ke proses hukum.
"Kita tidak akan mengarah kepada disiplin, karena memang itu sudah sangat berlebih dan bukan tugas mereka melakukan yang terlihat di video itu," ucapnya.**Syafira
Berita Terkait :
- CCTV Diputar di Sidang Brigadir J Masih Hidup Saat Sambo Tiba di TKP0
- Kenapa Paham ISIS Bisa Masuk ke Indonesia0
- Butuh Tenaga Kerja, Jerman Bakal Permudah Syarat Jadi Warga Negara0
- Panglima TNI Minta Lanjut Usut Kanjuruhan: Jangan Berhenti di Sini0
- Anak Bunuh Keluarga di Magelang karena Jengkel Tak Diperhatikan0
_Black11.png)









