- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Tak Ada Lagi BUMD Yang Rugi

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Sejak kepemimpinan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, tidak ada lagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang merugi. Semua sudah untung dan bisa memberikan deviden.
Demikian ditegaskan Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Riau, Jhon Armedi Pinem saat me-launching aplikasi Sistem Informasi BUMD Riau Menuju Riau Lebih Baik (Si Budi Baik), di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Kamis (3/11/22).
"Harus diakui semenjak kepemimpinan Pak Gubernur Syamsuar dan Pak Wagub Edy Natar Nasution, BUMD sudah mengalami peningkatan," ucap nya.
Ia mengungkapkan pada tahun buku 2019, contohnya PT Jamkrida, PT Pengembangan Investasi Riau (PT PIR) dan PT Permodalan Ekonomi Rakyat masih mengalami kerugian. Akan tetapi tahun-tahun berikutnya sudah mengalami peningkatan.
"Akan tetapi pada tahun 2020 sudah mengalami peningkatan, dan 2021 juga mengalami peningkatan. Sehingga kedepannya diharapakan lebih meningkat lagi," ulasnya.
Karo Ekonomi Riau itu mengungkapkan, peningkatan BUMD tersebut merupakan prestasi karena mengikuti arahan-arahan yang telah disampaikan Gubernur Riau Syamsuar kepada Biro Ekonomi dan BUMD di Riau.
Sementara Gubri Syamsuar menyebut bahwa kini Riau tidak sepenuhnya lagi tergantung kepada dana transfer Pemerintah Pusat.
Ini tentu saja kabar baik, sebagai bentuk keberhasilan otonomi di Negeri Lancang Kuning.
"Otonomi kan menginginkan kemandirian daerah. Alhamdulillah Riau makin hari makin baik. Keuangan kita sudah banyak di-support oleh PAD termasuk yang diberikan (deviden) oleh BUMD," ulasnya.
Kini, tegas Gubri, tidak ada lagi BUMD yang hanya "nyusu" ke APBD. "Kalau ada BUMD yang hidup dari APBD, anak TK pun bisa," kilahnya.
Ke depan, Gubri Syamsuar menginginkan pengembangan BUMD. Termasuk yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit menjadi minyak, perikanan dan lainnya.
Potensinya sangat besar, mengingat kekayaan SDA Riau yang melimpah ruah. "Saya berulang kali mengatakan bahwa Riau ini negeri yang penuh berkah. Tinggal kitanya mampu atau tidak memanfaatkan dan mensyukuri keberkahan yang diberikan Tuhan ini," pungkasnya.
Berita Terkait :
- TNI Bangun Tugu TMMD Ke-115 Kodim 0313/KPR0
- Pembanting Istri Hingga Tewas Minta Maaf0
- Asintel Kejati Narasumber Peningkatan Manajemen BUMDes0
- ODGJ Dibunuh Demi Asuransi0
- Disampaikan Di Paripurna RAPBD Riau 2023 Diusulkan Rp9,839 T0
_Black11.png)









